Cara Mudah Mengolah Kopi Robusta

Cara Mudah Mengolah Kopi Robusta - Secangkir kopi yang nikmat biasanya memiliki cerita perjalanan yang luar biasa. Biji kopi robusta yang menjadi bahan pembuat kopi rasa buah tumbuh lebih baik dan lebih mudah dipanen dibandingkan biji kopi arabika. Hal ini dikarenakan tanaman kopi kurang peka terhadap iklim. 

Cara-Mudah-Mengolah-Kopi-Robusta

Namun, minuman yang dihasilkan oleh biji ini rasanya pahit dan asam. Tapi Kopi Robusta memiliki Kafein yang tinggi. Disini kami akan memberikan informasi seputar cara Mengolah Kopi Robusta dengan mudah.

Baca Juga: Seluk Beluk Tentang Kopi Robusta, Minuman Favorit dan Terpopuler di Indonesia

Pengolahan Kopi

Tanaman kopi biasanya tumbuh sekitar umur 2-5 tahun. Kopi robusta akan menghasilkan buah lebih cepat dibandingkan kopi arabika. Pada usia tersebut, mungkin hanya ada sedikit buah dan akan terus tumbuh hingga usia lima tahun ke atas. Baik robusta maupun arabika, keduanya berbuah musiman. Robusta membutuhkan waktu 8 hingga 11 bulan sejak bertunas hingga siap dipanen, sedangkan Arabika membutuhkan waktu 6 hingga 8 bulan. Berikut ini adalah kriteria buah yang siap dipanen:

A. Hijau dan Hijau Kekuningan

Warna ini menandakan kondisi buah yang masih muda. Jika dipetik, biji akan pucat dan berkerut. Untuk aroma biji kopi yang masih kurang, sebaiknya tidak dipanen terlebih dahulu.

B. Kuning Kemerahan

Warna ini menandakan bahwa buah sudah mulai matang. Aromanya mulai semakin kuat dan Anda bisa mengambilnya.

C. Merah Penuh

Fase ini menunjukkan bahwa buah sudah matang. Aroma dan rasa telah terbentuk dengan sempurna. Kondisi seperti ini adalah kondisi terbaik untuk memetiknya.

D. Merah Gelap

Buah yang sudah memiliki warna merah tua sebaiknya segera dipetik karena terlalu matang. Baunya sudah mulai hilang. Jika Anda menunggu terlalu lama,itu bisa mengeluarkan aroma tidak enak.

Memetik Buah Kopi

Pada umumnya tingkat kematangan buah tidak akan terjadi secara bersamaan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk proses pemanenannya. Masa panen bisa berlangsung selama 4 sampai 5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah setiap 10 sampai 14 hari sekali. Metode memetik sendiri dibagi menjadi berikut:

Memilih Selektif

Pemetikan hanya dilakukan pada buah yang benar-benar merah atau juga matang sepenuhnya. Sisanya bisa dibiarkan untuk pemetikan berikutnya.

Memilih Setengah Selektif

Pemetikan dilakukan pada semua buah dalam satu tandan atau satu tandan. Syaratnya pada dompolan terdapat buah yang berwarna merah penuh.

Petik Simultan

Pemetikan dilakukan secara bersamaan atau bisa juga disebut dengan pickled pick. Ini dilakukan pada semua buah kopi dari semua dompolan. Buah yang masih hijau juga dipetik. 

Leles

Pemanenan lelesan merupakan salah satu cara memanen dengan cara memungut buah yang telah jatuh di bawah pohon karena terlalu matang.

Penyortiran

Setelah panen, buah disortir menurut kualitasnya. Fase ini juga memisahkan kopi dari kotoran dan juga buah yang rusak atau rusak. 

Proses Basah Robusta (RWP)

Melanjutkan pengolahan kopi robusta yaitu RWP atau Robusta Wet Process. Dengan cara ini biji kopi akan dikupas dan dicuci bersih, dimana air menjadi kunci utama dalam proses ini. 

Proses Kering Robusta

Proses pengolahan kopi ini dilalui tanpa tahap peeling atau pencucian. Namun sayangnya butuh waktu yang cukup lama dan tergantung cuaca, yaitu sekitar 15 sampai 20 hari.

Fakta Menarik Tentang Kopi Robusta

Para pecinta kopi pasti sudah tahu bahwa harga kopi di pasaran sangat bervariasi. Ada kopi yang dibagi menurut takaran, cara menyeduh, dan juga rasanya. Tapi, menurut saya, Anda juga perlu mengetahui variasi yang paling mendasar, yaitu berdasarkan jenis kopinya.

Secara umum biji kopi terbagi menjadi 3 jenis yaitu Robusta, Arabica, dan Liberica. Namun, kali ini kita akan mengetahui lebih jauh tentang kopi Robusta dan mengapa jenis kopi ini spesial di mata pecinta kopi di seluruh dunia. Yuk, simak beberapa fakta menarik tentang kopi Robusta berikut ini.

Robusta Pahit dan Efeknya Lebih Kuat

Robusta dan Arabika adalah dua jenis biji kopi yang paling banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Keduanya memiliki kualitas yang tinggi dan enak untuk dikonsumsi sehari-hari. Namun, ternyata ada salah satu perbedaan terpenting antara kopi Robusta dan Arabika, yaitu terletak pada rasanya. Ini tidak berarti Robusta tidak lebih baik. Rasa Robusta sebenarnya banyak disukai pecinta kopi yang lebih pahit. 

Berbagai Bentuk Arabika

Perbedaan antara kopi Robusta dan Arabika keduanya terletak pada bentuknya. Bentuk biji kopi yang dihasilkan juga berbeda. Biji arabika berbentuk lonjong dengan belahan bergelombang di tengahnya. Namun pada Robusta, bentuk bijinya lebih membulat dan belahan yang dimiliki juga cenderung lebih lurus.

Bibit Robusta Mudah Tumbuh di Dataran Rendah

Maka tidak heran jika beberapa perkebunan di Indonesia seperti di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan mampu menghasilkan benih Robusta dalam jumlah besar.

Biji Robusta Bisa Tumbuh di Cuaca Panas

Hal ini jelas membuat perbedaan tingkat produksi antara kopi Robusta dan Arabika di Indonesia semakin signifikan. 

Indonesia Merupakan Salah Satu Penghasil Kopi Robusta Terbesar

Penikmat kopi robusta ini sangat banyak bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Eits, tapi, tidak hanya itu. Produksi biji Robusta juga berperan besar menjadikan Indonesia salah satu eksportir biji kopi terbesar di dunia, yaitu berada di posisi 13. Dan sekitar 9,4 juta di antaranya adalah kopi robusta. Menakjubkan, bukan?

Nah, itulah tadi beberapa fakta menarik tentang kopi Robusta yang wajib kamu ketahui. Nah, tahu kan, kenapa kopi ini digandrungi begitu banyak pecinta kopi di seluruh dunia? Robusta merupakan jenis kopi yang berkualitas tinggi dan sangat mudah untuk diproduksi. Untuk menikmati kopi jenis ini, Anda tidak perlu repot lagi. Soalnya, Anda bisa menyajikannya di rumah, hanya dalam 6 detik. 

Keunggulan Kopi Robusta

Keunggulan kopi robusta adalah dapat menyembuhkan penyakit diabetes yang akan diamputasi, cukup ditaburkan pada bagian yang luka. Selain itu dapat dinikmati bagi penderita diabetes, cukup dengan meminumnya secara rutin tetapi tidak berlebihan dapat dinikmati oleh penderita penyakit darah rendah.

Bagi wanita, kopi robusta dapat meningkatkan kecerdasan dan bagi pria dapat meningkatkan gairah seksual. Robusta adalah kopi terkuat, mulai dari aroma, rasa, hingga efek insomnia dan detak jantung yang berlebihan. Kopi robusta memiliki aroma yang kuat dibandingkan dengan kopi arabika. Kopi arabika didatangkan dari perkebunan kopi di Aceh, Medan, Jawa dan Toraja. Sedangkan Robusta didatangkan dari Bengkulu dan Lampung.

Manfaat Kopi Herbal

Kopi herbal adalah kopi yang berasal dari kumpulan rempah-rempah dan tanaman herbal yang berkhasiat untuk tubuh. Karena ramuannya diracik khusus oleh herbalis berpengalaman, kopi herbal tetap terasa nikmat dan penuh aroma saat diminum.

Kopi herbal memiliki manfaat, antara lain:

  • memberikan rasa hangat pada tubuh peminumnya
  • menghilangkan rasa sakit dari pilek
  • meningkatkan sirkulasi darah
  • mengatasi rasa sakit dan nyeri.
  • bersihkan saluran pernapasan
  • meningkatkan stamina tubuh

Demikian ulasan artikel yang kami buat tentang Cara Mudah Mengolah Kopi Robusta, semoga bermanfaat.