Fakta-Fakta Unik Tentang Kopi Bubuk yang Menarik untuk Diketahui

Fakta-Fakta Unik Tentang Kopi Bubuk yang Menarik untuk Diketahui - Kopi sudah menjadi menjadi minuman yang sangat digemari oleh banyak orang di masa ini oleh berbagai kalangan. Mulai dari warung-warung yang sederhana sampai ke kafe-kafe pasti menyediakan minuman yang mengandung kafein ini, hanya berbeda di cara penyajiannya saja.

Fakta-Fakta-Unik-Tentang-Kopi-Bubuk-yang-Menarik-untuk-Diketahui

Namun mungkin selama ini anda hanya tahu kopi yang siap minum ataupun kopi bubuk instan yang sangat mudah anda seduh sendiri. Padahal sebenarnya banyak hal-hal menarik lainnya seputar kopi ini, antara lain :

Proses pengolahan kopi bubuk

Penyeleksian awal untuk memilah-milah biji kopi yang masih mentah

Dalam setiap tanaman kopi yang dibudidayakan tentu tidak semuanya akan menghasilkan biji yang bagus. Maka dari itu pada saat proses pemanenan juga harus mulai disortir untuk memastikan setidaknya kondisi biji kopi benar-benar layak untuk masuk ke tahap-tahap berikutnya. Penilaian ini mencakup beberapa parameter contohnya seperti :

Warna biji kopi mentah yang dihasilkan ada yang merah dan hijau. Merah menandakan biji sudah matang sehingga inilah yang lebih layak diolah.

Ada tidaknya cacat dari biji kopi. Misalnya apakah biji ada bekas gigitan, apakah ukurannya memadai seperti biji kopi pada normalnya, dll

Pengupasan dan pengeringan

Untuk masalah pengupasan dan pengeringan pada biji kopi mentah yang sudah tersortir ini ada sedikit perbedaan. Ada metode yang mengeringkan biji kopi terlebih dahulu di bawah sinar matahari baru kemudian dikupas. Tapi ada juga yang mengupasnya dalam kondisi biji masih basah baru dikeringkan.

Baca Juga: Cara Menikmati Kopi Bubuk Tanpa Ampas

Setiap metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bila  anda mengupasnya dulu baru mengeringkan maka pengeringan biji akan lebih optimal. Namun pada proses pengupasan akan lebih susah dilakukan karena masih banyaknya kadar air. Sementara bila pengeringan lebih dulu dilakukan maka mengupasnya akan jauh lebih mudah. Akan tetapi bisa saja biji masih agak lembab

Penyortiran tahap kedua

Tidak semua biji yang sudah dikupas berkondisi baik jadi perlu ada penyeleksian tahap kedua supaya kualitas biji yang diolah benar-benar bermutu baik. Anda perlu memperhatikan lagi pada ukuran, ada tidaknya cacat, dan kebersihan dari biji pada tahap ini

Proses penyangraian

Berikutnya kita akan masuk ke proses yang paling memakan waktu cukup lama namun cukup penting sebelum biji dihaluskan menjadi kopi bubuk. Proses yang dimaksud adalah penyangraian di mana biji dimasukkan ke dalam sebuah wajan atau penggorengan lalu dipanaskan dalam api sedang. Kemudian biji diaduk-aduk secara merata sampai warna biji berubah menjadi coklat kehitaman. Proses pemanasan ini penting untuk mengeluarkan cita rasa dan aroma yang nikmat nantinya ketika kopi bubuk diseduh.  Selanjutnya setelah proses penyangraian, biji kopi dihamparkan pada sebuah tempat untuk didinginkan

Proses penyangraian ini meskipun terlihat membosankan tapi harus dilakukan dengan tepat. Tujuannya supaya setiap biji kopi mengalami matang secara merata. Tentu anda tidak mau bukan menikmati kopi yang memiliki sensasi rasa gosong?

Dua tahap penggilingan

Setelah kopi yang disangrai sudah dingin maka sekaranglah waktunya menggiling biji kopi ini untuk menjadi kopi bubuk. Penggilingan ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu :

  • Penggilingan tahap pertama untuk mengubah bentuk biji kopi yang padat dan keras menjadi serbuk-serbuk kopi yang lebih halus
  • Penggilingan tahap kedua bertujuan supaya kopi bubuk yang diperoleh memiliki tekstur yang lebih halus secara merata. Tidak ada bagian yang lebih besar atau menggumpal daripada yang lain

Pengayakan

Ada beberapa orang yang tidak suka dengan kopi yang meninggalkan endapan. Untuk kopi jenis ini maka setelah digiling perlu masuk ke proses pengayakan supaya hanya partikel-partikel kopi bubuk yang berukuran kecil yang lolos.

Perbedaan kopi jenis arabika dan robusta

Jika anda iseng-iseng membaca kemasan dari setiap kopi bubuk pasti kebanyakan akan melihat sebagian besar hanya ada 2 jenis kopi yang digunakan yaitu arabica dan robusta. Adapun beberapa perbedaan dari keduanya adalah :

  1. Dari segi bentuk dan ukuran biji, arabika memiliki ukuran yang lebih besar daripada robusta dengan bentuk yang lebih lonjong. Sementara pada robusta ukurannya lebih kecil dengan bentuk yang cenderung membulat pada kedua ujungnya
  2. Kedua jenis kopi ini sama-sama merupakan jenis tanaman yang cocok untuk daerah tropis. Perbedaannya untuk jenis arabika lebih optimal ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 meter di atas permukaan air laut bersuhu 15-24oC. Sedangkan robusta sudah bisa tumbuh dengan baik di wilayah dataran rendah (0-900 meter di atas permukaan air laut)
  3. Kadar kafein pada kopi robusta ini ternyata lebih tinggi daripada arabika. Di mana  persentase kadar kafein untuk robusta adalah 2,2-2,7%. Sedangkan untuk arabika memiliki kadar 1,1-1,5%
  4. Dengan perbedaan kadar kafein ini jelas akan membedakan rasa yang dihasilkan. Kopi dari jenis robusta memiliki tingkat kepahitan yang lebih tinggi daripada arabika. Sementara bisa dibilang kopi arabika lebih beraneka rasa masih ada manis dan asamnya.
  5. Pengaruh kadar kafein ini juga mempengaruhi ketahanan dua jenis kopi terhadap hama. Robusta lebih tahan terhadap hama karena kadar kafein yang lebih tinggi membuatnya beraroma lebih kuat yang tidak disukai hama. Hal sebaliknya terjadi pada arabika yang butuh perawatan ekstra karena lebih rentan terhadap hama.

Pengaruh kafein dari kopi bubuk terhadap kinerja otak kita

Selama ini orang menganggap kafein sebagai zat yang mampu merangsang kinerja otak sehingga lebih tahan terhadap kantuk. Pernyataan ini tidak sepenuhnya tepat karena sebenarnya kafein di sini lebih berfungsi sebagai pengecoh dari otak dalam mendeteksi kadar adenosin. Adenosin adalah senyawa yang dilepaskan otak ketika kita sedang beraktivitas . Jika adenosin sudah dihasilkan dalam kadar tinggi akan menimbulkan rasa mengantuk. Saat kita meminum kopi maka kafein akan menempel pada senyawa adenosin tersebut. Hal ini menyebabkan otak tidak mendeteksi adanya adenosin sehingga kita tidak merasakan kantuk sama sekali.

Kopi bubuk pada zaman dahulu sempat menjadi minuman ilegal

Tentu jika terjadi di zaman sekarang akan menjadi  hal yang sangat konyol dan aneh bila seseorang ditangkap hanya karena meminum secangkir atau segelas kopi. Namun hal ini pernah terjadi pada zaman dahulu dengan beberapa contoh kasusnya :

Ulama-ulama di mekah sempat membuat fatwa untuk mengharamkan kopi untuk diminum. Alasannya karena ulama menganggap minuman ini dapat mempengaruhi kinerja otak sebagaimana alkohol dengan efek yang berkebalikan. Alkohol membuat teler sementara kopi dinilai dapat membuat peminumnya bisa memunculkan pemikiran-pemikiran  yang mempertanyakan tentang akidah agama 

Kopi juga pernah menjadi  minuman yang masuk daftar blacklist oleh warga di Italia dan Turki. Mereka mempercayai  bahwa kopi merupakan minuman yang dapat  menyesatkan manusia . Bahkan sampai-sampai ketika Turki masih berbentuk kesultanan di bawah Dinasti Ottoman, raja yang berkuasa saat itu yaitu Raja Murad IV akan memberikan hukuman keras bagi warga yang ketahuan meminum kopi.

Tidak semua negara bisa menjadi produsen kopi

Kopi hanya bisa tumbuh optimal di daerah tropis sehingga negara negara yang tidak beriklim tersebut jelas tidak mungkin bisa jadi produsen kopi. Oleh karena itulah beberapa negara seperti Brazil dan Indonesia sendiri menjadi negara yang menjadi eksportir kopi terbesar di dunia baik itu masih dalam bentuk biji maupun kopi bubuk yang sudah dikemas. 

Itulah tadi beberapa fakta tentang kopi bubuk yang menarik diketahui, semoga bermanfaat.