Kenapa Rasa Kopi Arabika Berbeda Dengan Robusta, Ini Dia 5 Alasannya

Kenapa Rasa Kopi Arabika Berbeda Dengan Robusta, Ini Dia 5 Alasannya - Tahukah Anda jika negara kita memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah ruah hingga menjadi sebuah negara pengekspor kopi jumlah tertinggi?

Kenapa-Rasa-Kopi-Arabika-Berbeda-Dengan-Robusta-Ini-Dia-5-Alasannya

Kopi yang dikirim bukanlah sembarang biji kopi, Indonesia memiliki segudang kebun kopi nusantara dengan cita rasa yang berbeda setiap daerahnya. Penasaran?

Baca Juga: Rasa Kopi Arabika yang Istimewa dan Khas

Simak yuk review kopi arabika berikut!

Ada Berapa Jenis Kopi?

Ada 2 jenis kopi yang terkenal di dunia yaitu kopi arabika dan robusta. Jenis tersebut memiliki rasa yang berbeda, untuk kopi arabika memiliki sebutan lainnya yaitu kopi Arab, kopi semak, atau kopi gunung karena tumbuhnya di area pegunungan. Sedangkan kopi robusta hanya bisa subur tumbuh di area dataran rendah, rasanya juga berbeda lho!

Kedua jenis kopi tersebut masuk dalam jangkauan tanaman perlindungan karena saat ini negara kita memiliki luas lahan yang dialokasikan dengan pertanian lain, dan banyaknya bangunan beton seperti gedung. 

Pemenuhan kebutuhan kopi yang masa tumbuhnya cukup lama, sekitar 12 bulan (hingga panen) membuat cadangan pengusaha kopi atau pecinta kopi (kopilovers) yang ada harus mencari akal agar kopi tetap tersedia selama masa panennya menunggu. Kebanyakan kopi yang dijual murah mengharuskan campuran dengan jagung tua manis dengan biji kopi oplosan. Biji kopi lanjut diolah ke pabrik dan dijual secara terjangkau. 

Apa yang Membedakan Kedua Jenis Kopi Tersebut? 

Lokasi tanam

Untuk biji kopi arabika umumnya ditanam di area dataran tinggi dengan rentan ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Jika arabika ditanam di area rendah potensi kesuburannya rendah dan mengidap penyakit kopi yang membuat bijinya kisut atau karat kopi. Sedangkan, jenis robusta lebih subur ditanaman di area ketinggian kurang dari 700 mdpl. 

Tekstur biji

Bentuk biji kopi arabika cenderung lebih pipih, sedikit besar memanjang sedangkan untuk biji robusta bentuknya lebih bulat, padat, dan berisi. Tekstur biji kopi arabika lebih kasar tidak sehalus biji robusta. Maka, jelas sekali rasanya beda guys!

Rasa 

Bicara soal rasa kopi, setiap orang memiliki selera idaman lidah yang tak sama. Ada yang menyukai kopi rasa pahit sedikit asam, ada juga yang suka kopi asam agak pahit sedikit. Nah, untuk kecenderungan kopi arabika masuk ke rasa asam banyak dengan pahit sedangkan robusta cenderung memiliki rasa pahit yang dominan. Kopi yang dijual di pasaran dominan menggunakan jenis robusta karena mudah ditanam di area dataran rendah untuk cepat diproduksi. 

Kafein 

Kadar kafein jenis kopi arabika kurang dari 3%, hal ini membuat kopilovers sangat menyukai racikan kopi ala café yang lembut dan aromanya kopi tidak menyengat sekali. Untuk robusta memiliki kadar kafein lebih dari 3% maka tak heran jika aroma kuat, dan terkadang membuat efek semangat. Tetapi, sebenarnya kedua biji jenis kopi tersebut akan membuat kopilovers aman tanpa gangguan jantung berdebar, anti ngantuk jika bijinya tidak dioplos dengan biji kopi hijau. 

Harga

Harga arabika lebih mahal ketimbang robusta, untuk kopi robusta bubuk per kilonya bekisar Rp. 100 ribuan dengan tingkat kualitas unggulan sedangkan kopi arabika kualitas super berharga Rp. 400 ribuan/kg. Jelas sekali bahwa kopi café berharga mahal karena dibuat dari biji kopi terbaik dengan proses yang apik. 

Bagaimana cara mereka meracik kopi hingga bisa diminum? 

Proses menikmati kopi baik jenis robusta atau arabika bermula dari panenan biji kopi yang berwarna merah. Biji tersebut kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering, pisahkan kulit dan daging buahnya untuk dilakukan roasting atau sangrai. Dalam hal ini roasting menggunakan alat yang panasnya diatur sesuai selera rasa, jika lama roastingnya tinggi mengakibatkan biji gosong dan rasa kopi menjadi berbeda. 

Setelah roasting selesai tinggal masuk ke penggilingan biji, penggilingan adan yang disesuaikan dengan teksturnya, ada yang halus dan ada yang sedikit kasar. Biji Robusta dan arabika saat dibuat bubuk akan berbeda karena kembali lagi penggilingan biji kopinya. 

Setelah digiling, Anda bisa memberikan kapan tanggal roasting untuk menargetkan kadaluwarsa kopi jika untuk dijual. Bubuk kopi kualitas unggulan tidak dijual sachetan tetapi cenderung dibuat kemasan unik dan menarik. Menikmati kopi ala café boleh juga dengan campuran coklat, cappucino, bubuk krimer dan susu almond. Ada juga kopi hijau yang bisa dipakai untuk diet. 

Ciri biji kopi arabika atau robusta yang memiliki cita rasa khas 

Perlu Anda ketahui bahwa setiap daerah memiliki keasaman tanah, ketinggian yang berbeda, hal itu membuat rasa kopinya berbeda. Sebagai contoh, kopi arabika Temanggung dan robusta Lampung memiliki rasa yang jauh. Keduanya diambil dari tanah perkebunan daerah masing-masing. 

Robusta Lampung diambil dari tanah Lampung, robusta Temanggung diambil dari tanah Temanggung, arabika Gayo diambil dari tanah perkebunan Aceh. Karakter rasanya juga unik berbeda, Anda wajib mencobanya jika mengaku kopilovers. Biji kopi yang benar kualitas unggulan berwarna merah tajam seperti merah darah, keras dan cukup kuat. Sedangkan biji kopi dengan warna semi hijau merah tetapi sudah masuk masa panen biasanya digunakan sebagai campuran agar harga kopi lebih murah, rasanya tentu jauh. 

Yang terakhir biji kopi rijekan dengan kopi yang kurang bagus hasilnya karena terkena penyakit tetap bisa dikonsumsi secara aman dengan proses manual. Rasa kopi dan kualitasnya rendah sekali lho guys kalau yang seperti ini!

Cara manual membuat biji kopi arabika yaitu setelah dijemur kering total biji kopi dikuliti dan ditumbuk menggunakan tumbukan manual. Hasilnya memang kurang maksimal saat diseduh karena ampas kasarnya akan ikut. Cara tradisional ini masih dipakai di area pegunungan karena jika memakai alat roasting dan penggilingannya terbilang mahal. 

Nama kopi nusantara

Dari ujung timur hingga barat, negara kita telah mulai membudidayakan kopi dengan nama daerah masing-masing. Deretan nama kopi nusantara:

  1. Kopi Lampung dari Lampung
  2. Kopi Gayo dari Aceh
  3. Kopi Temanggung dari Temanggung
  4. Kopi Toraja dari Toraja
  5. Kopi Merapi dari kawasan Gunung Merapi
  6. Kopi Malabar adalah perpaduan 2 jenis kopi
  7. Kopi hijau dari biji kopi yang masih muda atau warna hijau
  8. Kopi Mataram dari Mataram 
Masih banyak sekali daerah lainnya yang membudidayakan kopi sesuai dengan jenisnya, jika Anda mengambil jenis kopi arabika di daerah Temanggung untuk ditanam di daerah dataran tinggi Jawa Timur maka biji akan menyesuaikan dengan ph tanah di sana, kemungkinan rasa kopi arabika khas Temanggung akan bercampur dengan ph tanah membuahkan rasa baru khas dataran tinggi Jawa Timur. 

Kopi yang bagus adalah kopi yang tidak dioplos, tidak membuat candu, pusing dan berdebar dengan catatan mereka yang terbiasa minum kopi ya. Daya tahan tubuh orang berbeda, jangan memaksakan minum kopi saat tubuh Anda tidak siap. Tetapi, manfaat kopi yang diminum secara aturan akan memberikan dampak baik.