Rasa Kopi Arabika yang Istimewa dan Khas

Rasa Kopi Arabika yang Istimewa dan Khas

Rasa Kopi Arabika yang Istimewa dan Khas - Kopi arabika adalah kopi terbaik di dunia. Jenis kopi ini mampu mengungguli kopi pesaingnya yaitu jenis kopi robusta. Harga kopi arabika di pasaran juga cukup tinggi, harganya sangat bervariasi. Melihat kejadian ini, banyak petani kopi yang menanam kopi lokal beralih ke pembudidaya kopi arabika.

Rasa-Kopi-Arabika-yang-Istimewa-dan-Khas

Ciri Khas Rasa Kopi Arabika Spesial

Minuman yang mengandung kafein ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi populer di Eropa untuk menyaingi jenis minuman beralkohol lainnya. Inilah ciri khas Rasa Kopi Arabika yang menambah kenikmatan cita rasa khas kopi beraroma kuat ini.

Baca Juga: Kenapa Rasa Kopi Arabika Berbeda Dengan Robusta, Ini Dia 5 Alasannya

Rasa Kopi Arabica Memiliki Keasaman yang Lebih Kuat

Acidity adalah tingkat keasaman kopi. Arabika memiliki keasaman yang kuat, jadi bagi Anda yang ingin memakannya, pastikan Anda memakannya terlebih dahulu. Seperti kopi Kintamani dari Bali yang memiliki rasa asam dari buah jeruk.

Tingkat Kafein Kopi Arabika Lebih Rendah

Hal inilah yang membuat kopi jenis ini memiliki rasa pahit yang masih bisa ditoleransi oleh penikmat kopi pemula. Karena kandungan kafeinnya yang rendah inilah, rasa manis dan asam dari Arabika bisa semakin terasa.

Kadar Gula Kopi Arabika Lebih Tinggi

Rasa manis kopi arabika dapat dirasakan karena kandungan glukosa yang lebih tinggi. Manisnya arabika tidak sama dengan manisnya gula. Jadi yang dimaksud di sini manis, yang mirip dengan manisnya buah. 

Keanekaragaman Rasa Kopi Arabika di Setiap Daerah

Tanaman kopi arabika akan menghasilkan cita rasa yang berbeda jika ditanam di daerah yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan setiap daerah memiliki karakteristik kopi arabika yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi keunikan ini adalah cuaca, ketinggian tempat, jenis tanah, dan hasil persilangan. Arabika ini cukup unik.

Warna Air Seduh Kopi Arabika Tidak Terlalu Kental

Ciri khas yang melekat pada kopi arabika ini adalah warna airnya yang tidak terlalu kental. Berbeda halnya dengan kopi Robusta yang memiliki tingkat warna seduhan yang kental.

Saran Penyajian untuk Mendapatkan Rasa Kopi Arabika Terbaik

Untuk menghasilkan cita rasa asli Arabika, tentunya ada cara khusus. Tujuannya, agar Anda bisa menikmati kenikmatan kopi jenis ini secara maksimal. Berikut ini saran penyajian kopi arabika yang bisa Anda coba.

Kopi Arabica Lebih Nikmat Tanpa Tambahan Gula

Disarankan untuk tidak menambahkan gula untuk mendapatkan rasa kopi arabika yang lebih khas. Pasalnya, gula justru merusak rasa asli kopi. Padahal Arabica sudah memiliki keasaman yang cukup tinggi dibandingkan kopi Robusta.

Gunakan Biji Kopi Arabika Utuh untuk Rasa Kopi Arabika yang Luar Biasa

Usahakan untuk membeli biji kopi arabika utuh dan lakukan pengolahan sendiri agar kualitas rasa kopi arabika terjamin. Hal ini penting untuk mendapatkan hasil kopi yang maksimal. Hasil kopi yang maksimal bisa didapatkan, terutama pada saat proses roasting. Pastikan tingkat pemanggangannya ringan sampai sedang.

Seduh Kopi Arabika Segera Setelah Proses Penggilingan

Ambil biji kopi arabika, lalu lakukan proses penggilingan. Hasil dari metode ini akan memunculkan cita rasa kopi yang otentik. Semoga informasi tentang cita rasa kopi arabika yang khas ini dapat menambah wawasan anda.

Cara Budidaya Kopi Arabika

Kondisi Tumbuh

Pemilihan Lokasi

  • Ketinggian 700 – 1500 m dpl dengan kisaran optimal 900 – 1100 m dpl.
  • Lokasi ± 100 meter dari perkebunan kopi lainnya.
  • Tanah bebas dari hama dan penyakit
  • Mudah untuk Mengawasi
  • Sifat kimia tanah biasanya membutuhkan pH sedikit asam yaitu 5,5 – 6.

Kondisi Tanah

  • PH Tanah: 5,5 – 6,5
  • Tanah Atas: Setidaknya 2%.
  • Struktur tanah: Subur, gembur dengan perbandingan > 100 cm.

Penanaman Pohon Pelindung

  • Tanam pohon peneduh 2 tahun sebelum tanam kopi
  • Jenis tutupan pohon: Sengon, Lantoro, Suren.

Persiapan Benih

Bibit kopi arabika dapat diperoleh dengan berbagai cara yaitu dengan pembibitan benih secara generatif dan okulasi. Bibit dari bibit bibit membutuhkan waktu lebih lama, dan perawatan sehari-hari dari penyemaian bibit kopi yang kita tanam membutuhkan 762 dan dari Kartika tipe satu dan dua. Berbeda dengan kopi Robusta, sebaiknya bibit ditanam dengan cangkok batang.

Budidaya Tanah

Perhatikan juga lahan yang akan digunakan. Untuk menetralisir tanah, tanaman kopi arabika ini membutuhkan banyak pupuk organik. Sebulan sebelum benih disemai, maka berikan pupuk organik berupa kompos dengan dosis 3 kg untuk setiap areal galian batang kopi. Diamkan pupuk hingga biji kopi siap ditanam. Tinggalkan hanya 2-3 batang daun yang tersisa agar sistem benih akar tumbuh lebih cepat.

Penanaman Benih

Buat lubang tanam dengan jarak antara tanaman kopi yang satu dengan yang lain, yaitu sekitar 3 meter dengan kedalaman 30-40 cm. Kemudian kompos diterapkan pada setiap lubang tanam dan benih dapat ditempatkan di lubang tanam.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma di TBM saat ini menggunakan bahan kimia, dengan rotasi dilakukan empat kali dalam setahun.

Penyiangan

  • Singkirkan gulma di sekitar tanaman kopi.
  • Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah
  • Pada tanaman dewasa ini terjadi dua kali setahun

Pemupukan

  • Usia 4 tahun : Urea 200 gr, TSP 100 gr dan KCL 100 gr.
  • Usia 10 tahun ke atas: 500 g urea, 200 g TSP, dan 320 g KCL.

Pemupukan dilakukan dua kali setahun, pada awal dan akhir musim hujan, masing-masing dengan dosis setengah. Cara pemupukan adalah dengan membuat parit melingkar dengan kedalaman ± 10 cm dengan jarak ± 1 m ke langkan pucuk pohon.

Pemangkasan

Pruning Shapes dilakukan agar kebiasaan tanaman kopi menjadi kuat dan memiliki cabang yang produktif ketika menjadi tanaman produksi (TM). Pemangkasan bentuk TBM I dilakukan dengan pemangkasan atau pemotongan pada ketinggian 80 cm. Pada TBM II atau setinggi 120 cm dilakukan topping atau pemotongan pucuk. Setelah TBM III, rawat tunas baru (bayonet) hingga ketinggian 160cm. Selain itu, selalu pastikan tanaman bebas dari pucuk air.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama utama yang harus dibasmi secara kimiawi adalah Kutu Hijau (Coccus viridis). Umumnya hama ini terjadi pada pertengahan musim hujan. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan konsentrasi metidathion aktif 0,2%. Penyemprotan dilakukan dengan interval satu minggu sampai gejala kejang hilang. Penyebabnya adalah sejenis kepik.

Serangan pada Buah Muda dan Tua Pengendalian mekanis adalah pengumpulan buah yang terserang dengan penjarangan naungan dan tanaman menggunakan insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycid, Sevin 85 S dalam dosis 2 cc/l air budidaya secara teknis. Menyerang atau membersihkan cabang dan 3-7 cabang kecil dari kuncup kopi. Daun menguning dan rontok, kemudian ranting-rantingnya mengering. Kontrol seperti embun tepung.

Demikian ulasan artikel yang kami buat tentang Rasa Kopi Arabika, semoga bermanfaat.