Seluk Beluk Tentang Kopi Robusta, Minuman Favorit dan Terpopuler di Indonesia

Seluk Beluk Tentang Kopi Robusta, Minuman Favorit dan Terpopuler di Indonesia - Kopi Robusta menjadi sajian favorit bagi pecinta kopi di Indonesia. Selain memiliki keunggulannya yang lebih baik dari jenis kopi lain, kopi ini sangat populer di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahkan Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara produsen robusta terbesar setelah Vietnam, Brazil dan Kolombia.

Seluk-Beluk-Tentang-Kopi-Robusta-Minuman-Favorit-dan-Terpopuler-di-Indonesia

Hal menarik lainnya tentang tanaman robusta akan dibahas secara detail pada kali ini. Sebagai pecinta kopi, tentunya harus memahami bagaimana seluk beluk tentang tanaman robusta bisa tumbuh di Indonesia. Keunggulan-keunggulan dari biji kopi robusta perlu diketahui mengapa tanaman ini bisa populer di seluruh dunia.

Sejarah Kopi Robusta

Tanaman Robusta pertama kali ditemukan di daratan Afrika, daerah Belgia, Kongo pada 1898. Itu mengapa, tumbuhan robusta sangat terkenal di negara benua Afrika seperti Sudan, Kongo, Liberia dan lain-lain. Robusta pertama kali hadir di Indonesia saat Belanda membawa tanaman ini untuk dibudidayakan pada tahun 1907.

Baca Juga: Cara Mudah Mengolah Kopi Robusta

Di Indonesia, jenis kopi yang paling populer yakni ada 2 yaitu arabika dan robusta. Munculnya robusta merupakan cara alternatif untuk menggantikan kopi arabika. Dimana robusta memiliki kualitas yang tahan terhadap macam penyakit, segala musim dan juga cuaca.

Atas dasar itu, tanaman robusta paling banyak dibudidayakan di Indonesia dimana sebanyak 80% petani di Indonesia menanam kopi jenis robusta. Karena dari segi kualitas dan ketahanannya, robusta lebih unggul dari pada jenis kopi lainnya.

Karakteristik Kopi Robusta

Bentuk dan karakteristik robusta memiliki beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan jenis arabika. Tanaman ini memiliki biji dengan ukuran yang lebih pendek dari kopi arabika dengan diameternya yang lebih besar sekitar 15–18 mm. Jika dikonsumsi kopi ini lebih terasa pahit dari jenis kopi lainnya.

Biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan. Jika disangrai, aroma yang dihasilkan akan terasa lebih kuat dan kasar. Meski rasanya cenderung netral dan kurang bervariasi, robusta cocok dikonsumsi bagi para pecinta kopi dengan aroma yang kuat.

Kadar Kafein Pada Kopi Robusta

Robusta memiliki kadar kafein 2 kali lipat lebih besar dari arabika. Secangkir kopi robusta setidaknya terdapat 86 mg kafein. Meski begitu, jumlah kadar kafein ini bisa saja berbeda-beda tergantung dari jenis kopi, proses pengolahannya, jumlah takaran dan bahan lainnya yang ditambahkan. Selain kafein, kopi juga memiliki kandungan gizi lainnya, yaitu 1,3 gram lemak, 17,4 gram protein, 69 gram karbohidrat dan 352 kalori.

Beberapa faktor penentu kadar kafein dalam minuman kopi dapat dilihat dari:

Produk dan Jenis Kopi

Di Indonesia produk kopi sangat banyak, seperti espresso, kopi hitam dan juga kopi instan. Tentunya setiap produk kopi memiliki kadar kafein yang berada. Kopi juga memiliki beberapa spesies serta varietas dengan kadar kafein yang berbeda. Untuk jenis robusta, kadar kafein yang dimiliki secara alami lebih tinggi daripada jenis arabika.

Pengolahan

Proses pengolahan biji kopi umumnya disangrai. Semakin lama proses sangrainya maka warna yang dihasilkan akan semakin gelap. Biji kopi yang lebih gelap sudah dipastikan memiliki kadar kafein yang lebih tinggi.

Takaran

Tinggi atau tidaknya suatu kadar kafein dalam kopi tergantung dari jumlah takaran bubuk atau biji kopi yang digunakan. Kadar kafein dalam kopi robusta memiliki angka yang bervariasi, namun disimpulkan bahwa kadar kafein dari robusta hampir dua kali lebih tinggi kadarnya daripada kadar kafein kopi arabika. Tingginya kadar kafein menjadi alasan utama mengapa cita rasa dari kopi robusta terasa lebih pahit daripada arabika.

Citra Rasa Kopi Robusta

Semua pasti mengetahui bahwa pada dasarnya kopi memiliki rasa yang pekat dan pahit. Tetapi, masing-masing jenis kopi memiliki rasa pahit yang berbeda-beda. Dalam hal ini kopi robusta telah dinyatakan bahwa rasanya lebih pahit daripada arabika menurut para ahli kopi.

Keunggulan Kopi Robusta

Menjadi salah satu tanaman kopi terbaik di dunia, tak heran mengapa Indonesia banyak yang memproduksi tanaman ini untuk dijadikan bahan kopi. Selain memiliki citra rasa yang kuat, tanaman robusta juga memiliki segudang kelebihan untuk penikmatnya.

Kualitas robusta dan arabika tentu berbeda jauh. Tumbuhan robusta mampu beradaptasi di kondisi iklim yang hangat. Tanamannya juga bisa dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 100 – 800 meter di atas permukaan laut. Sedangkan arabika diketahui sulit tumbuh dengan optimal di dataran rendah dan tidak dapat tumbuh dengan baik pada temperatur di atas 30° Celcius.

Perakaran tanaman robusta sangat dangkal sehingga membutuhkan tanah subur yang memiliki banyak kandungan organik di dalamnya. Tumbuhan robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis pada tanah gembur. Meski bisa ditanam di dataran rendah, robusta juga bisa tumbuh dengan optimal di daerah ketinggian 400 – 800 meter dari permukaan laut. Agar tumbuh secara maksimal, perawatan tanaman robusta juga harus diimbangi dengan penggunaan pupuk yang berkualitas tinggi.

Tanaman robusta sudah diuji dan lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit. Selain itu tanaman ini juga memiliki tingkat produktivitas dengan hasil panen yang lebih cepat. Tumbuhan robusta akan mulai berbunga setelah umur 2 tahun, dan akan berbuah jika sudah 2,5 tahun. Setiap tahunnya tanaman robusta akan menghasilkan panen sebanyak 900 –1.300 kg / ha. Ini yang menjadikan persentase hasil panen dari robusta lebih tinggi sekitar 22% daripada arabika yang hanya sebesar 18 – 20%.

Karena kelebihan dari tanaman robusta yang dapat tumbuh dimana saja, produksi dan perawatan dari tumbuhan ini lebih mudah serta biayanya yang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis arabika. Hal ini mengapa harga dari kopi robusta dinilai lebih terjangkau daripada kopi arabika.

Efek Samping dari Konsumsi Kopi

Meski memiliki segudang kelebihan serta citra rasa yang lebih kuat dari kopi lain, kopi ini juga memiliki efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena kandungan kafein serta asam klorogenat yang lebih tinggi, kopi ini lebih beresiko terhadap kesehatan lambung manusia.

Karena memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari arabika, maka untuk mengonsumsi robusta harus sesuai dengan takaran batasannya. Menurut penelitian jika seseorang minum kopi berlebihan dengan kadar kafein melebihi dari 500 mg kafein, dapat memicu rasa nyeri kepala dan kelelahan.

Minuman kopi robusta juga kurang disarankan untuk dikonsumsi pada pagi hari apalagi sebelum sarapan, karena kopi memiliki sifat asam yang dapat merangsang peningkatan asam lambung dan mencetuskan nyeri ulu hati.

Mengonsumsi kopi secara berlebihan juga akan meningkatkan resiko insomnia. Menurut beberapa studi, kopi juga dapat meningkatkan tekanan darah serta kecemasan pada seseorang. Hal ini akan memicu detak jantung yang lebih cepat.

Untuk mengatasi berbagai efek samping tersebut, perhatikanlah takaran dan waktu dalam mengonsumsi kopi. Pastikan tidak ada penyakit dalam tumbuh yang dapat memperparah ketika mengonsumsi kopi. Tentu ini merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari efek samping atau masalah yang ditimbulkan dari kopi.